Tuesday, July 15, 2008

lagu cinta

C-I-N-T-A
Telapak tangan anda berkeringat, hati anda deg-degan, suara anda nyangkut di dalam tenggorokan anda ?
Hal itu bukanlah cinta, tapi suka .
Apakah tangan anda tidak dapat berhenti memegang dan menyentuhnya ?
Hal itu bukanlah cinta, tapi birahi ...
Apakah anda bangga dan selalu ingin memamerkannya kepada semua orang ?
Hal itu bukanlah cinta, tapi anda sedang mujur...
Apakah anda menginginkannya karena anda tahu dia akan selalu di samping anda ?
Hal itu bukanlah cinta, tapi kesepian ...
Apakah anda masih bersama dia karena semua orang menginginkannya ?
Hal itu bukanlah cinta, tapi kesetiaan ...
Apakah anda menerima pernyataan cintanya karena anda tidak mau menyakiti hatinya?
Hal itu bukanlah cinta, tapi rasa kasihan ...
Apakah anda bersedia untuk memberikan semua yang anda suka untuk dia ?
Hal itu bukanlah cinta, tapi kemurahan hati ...
Apakah anda cemburu bila dia bicara dengan lelaki/wanita lain ?
Hal itu bukanlah cinta, tapi takut kehilangan ...
Apakah anda mengatakan padanya bahwa dia adalah satu satunya hal yang anda pikirkan?GOMBAL ...
Apakah anda masih bersamanya karena campuran dari rasa nyeri dan kegembiraan yang tidak dapat digambarkan kata-kata ?
Itulah cinta ...
Apakah anda masih menerima kesalahannya karena hal itu adalah bagian dari kepribadiannya?Itulah cinta ...
Apakah anda tertarik pada orang lain, tapi masih bersamanya dengan setia ?
Itulah cinta ...
Apakah anda rela memberikan hati anda, kehidupan anda, dan kematian anda ?
Itulah cinta ...
Apakah hati anda tercabik bila dia sedang sedih ?
Itulah cinta ...
Apakah anda menangis untuk kepedihannya biarpun dia cukup tegar ?
Itulah cinta ...
Apakah anda ikut terluka bila dia sedang sakit ?
Itulah cinta ...
Apakah anda selalu ingin menyentuhnya, memeluknya karena anda sayang kepadanya ?
Itulah cinta ...
Apakah matanya melihat hati anda yang sesungguhnya dan menyentuh jiwa anda secara dalam sekali sampai terasa nyeri ?
Itulah cinta ...
Cinta memang merupakan sesuatu yg ABSURD and Unexplained, tapi yg terpenting mencintailah, karena itu adalah sesuatu yang dianugerahi oleh TUHAN. Terimalah pasangan anda dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Cinta itu harus saling memberi dan menerima dengan segala keikhlasan hati .

Thanks
Hary

kepada putriku

KEPADA PUTRIKU….

Wahai putriku…
Pintu kebaikan ada dihadapanmu.Kunci pintu itu ada ditanganmu. Jika engkau meyakininya dan engkau berusaha memasuki pintu itu, maka keadaan akan berubah dan menjadi baik.

Engkau benar putriku, bahwa kaum prialah yang pertama melangkah, menempuh jalan dosa, bukan wanita. Tapi ingat bahwa tanpa kerelaanmu dan tanpa kelunakan sikapmu, mereka tidak akan bersikeras untuk melangkah maju.

Engkaupun membukakan pintu kepadanya untuk masuk. Engkau berkata kepada pencuri :”silahkan masuk…!” dan setelah engkau kecurian barulah sadar dan baru engkau berteriak “ tolong…tolong…aku kecurian…!”

Andai ketika dia merayu, engkau tolak dengan sikap yang tegas, engkau alihkan pandanganmu dari pandangannya. Seandainya sikapmu itu tidak juga menghentikan upayanya dan malah dia bersikap lebih brutal dengan mengucap kata-kata jorok dan menggunakan tangannya…segeralah engkau dengan berani melepas sepatu dari kakimu dan pukul atau tamparkan ke kepalanya !
Kalau engkau lakukan itu dengan berteriak, pasti semua orang yang ada disekitar itu akan serentak menolongmu, sekaligus menghajar dia yang berbuat kurang ajar terhadapmu. Selanjutnya dia akan merasa ngeri mengganggu wanita-wanita terhormat sepertimu.

Wahai putriku…
Laki-laki yang baik dan shaleh akan datang kepadamu, dengan segala kerendahan hati, memohon maaf, menawarkan kepadamu hubungan yang halal dan terhormat. Ia datang untuk meminang dan menikahimu.

Laki-laki pada dasarnya akan mencari wanita yang terhormat dan bukan wanita jalang atau wanita bejat. Seandainya laki-laki bertunangan dengan wanita baik-baik, tetapi tiba-tiba wanita itu berubah akhlaknya….maka si laki-laki itu cepat-cepat pamit meninggalkannya. Dia akan tetap melangkah keluar.

Laki-laki yang baik, pasti tidak akan rela anaknya keluar dari perut IBU yang cela, apalagi membesarkan, memelihara… dan mendidiknya.





tipu daya syetan

Moga kita tidak tertipu oleh nya ...

Dalam suatu Konfensi iblis, syaitan dan jin, dikatakan:
"Kita tidak dapat melarang kaum muslim ke Mesjid", "Kita tidak dapat melarang mereka membaca Al-Qur'an dan mencari kebenaran", "Bahkan kita tidak dapat melarang mereka mendekatkan diri dengan Tuhan mereka Allah dan Pembawa risalahNya Muhammad",

"Pada saat mereka melakukan hubungan dengan Allah, maka kekuatan kita akan lumpuh." "Oleh sebab itu, biarkanlah mereka pergi ke Masjid; biarkan mereka tetap melakukan kesukaan mereka, TETAPI CURI WAKTU MEREKA, sehingga mereka tidak lagi punya waktu untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah". "Inilah yang akan kita lakukan," kata iblis.

"Alihkan perhatian mereka dari usaha meningkatkan kedekatannya kepada Allah dan awasi terus kegiatannya sepanjang hari !". "Bagaimana kami melakukannya?" tanya para hadirin yaitu iblis, syaitan, dan jin. “ Sibukkan mereka dengan hal-hal yang tidak penting dalam kehidupan mereka, dan ciptakan tipudaya untuk menyibukkan fikiran mereka,"Jawab sang iblis

"Rayu mereka agar suka BELANJA, BELANJA DAN BELANJA SERTA BERHUTANG, BERHUTANG DAN BERHUTANG".

"Bujuk para istri untuk bekerja di luar rumah sepanjang hari dan para suami bekerja 6 sampai 7 hari dalam seminggu, 10 - 12 jam seminggu, sehingga mereka merasa bahwa hidup ini sangat kosong."

"Jangan biarkan mereka menghabiskan waktu bersama anak-anak mereka.""Jika keluarga mereka mulai tidak harmonis, maka mereka akan merasa bahwa rumah bukanlah tempat mereka melepaskan lelah sepulang dari bekerja".

"Dorong terus cara berfikir seperti itu sehingga mereka tidak merasa ada ketenangan di rumah." "Pikat mereka untuk membunyikan radio atau kaset selama mereka berkendaraan". "Dorong mereka untuk menyetel TV, VCD, CD dan PC di rumah. Sepanjang hari. Bunyikan musik terus menerus di semua restoran maupun toko2 di dunia ini."

"Hal ini akan mempengaruhi fikiran mereka dan merusak hubungan mereka dengan Allah dan RasulNya" "Penuhi meja-meja rumah mereka dengan majalah-majalah dan tabloid". "Cekoki mereka dengan berbagai berita dan gosip selama 24 jam sehari".

"Serang mereka dengan berbagai iklan-iklan di jalanan". "Banjiri kotak surat mereka dengan informasi tak berguna, katalog-katalog, undian-undian, tawaran-tawaran dari berbagai macam iklan.

"Muat gambaran wanita yang cantik itu adalah yang langsing dan berkulit mulus di majalah dan TV, untuk menggiring para suami berfikir bahwa PENAMPILAN itu menjadi unsur terpenting, sehingga membuat para suami tidak tertarik lagi pada istri-istri mereka"

"Buatlah para istri menjadi sangat letih pada malam hari, buatlah mereka sering sakit kepala". "Jika para istri tidak memberikan cinta yang diinginkan sang suami, maka akan mulai mencari di luaran".

"Hal inilah yang akan mempercepat retaknya sebuah keluarga" "Terbitkan buku-buku cerita untuk mengalihkan kesempatan mereka untuk mengajarkan anak-anak mereka akan makna shalat."

"Sibukkan mereka sehingga tidak lagi punya waktu untuk mengkaji bagaimana Allah menciptakan alam semesta. Arahkan mereka ke tempat-tempat hiburan, fitness, pertandingan-pertandingan, konser musik dan bioskop."

"Buatlah mereka menjadi SIBUK, SIBUK DAN SIBUK." "Perhatikan, jika mereka jumpa dengan orang shaleh, bisikkan gosip-gosip dan percakapan tidak berarti, sehingga percakapan mereka tidak berdampak apa-apa. "

"Isi kehidupan mereka dengan keindahan-keindahan semu yang akan membuat mereka tidak punya waktu untuk mengkaji kebesaran Allah."

"Dan Dengan segera mereka akan merasa bahwa keberhasilan, kebaikan/kesehatan keluarga adalah merupakan hasil usahanya yang kuat (bukan atas izin Allah)."

"PASTI BERHASIL, PASTI BERHASIL." "RENCANA YANG BAGUS....!"

Iblis, syaitan dan jin kemudian pergi dengan penuh semangat melakukan tugas MEMBUAT MUSLIM MENJADI LEBIH SIBUK, LEBIH KALANG KABUT, DAN SENANG HURA-HURA. Dan hanya menyisakan sedikit saja waktu buat Allah sang Pencipta.

Tidak lagi punya waktu untuk bersilaturahmi dan saling mengingatkan akan Allah dan RasulNya.

Sekarang pertanyaan saya adalah, "APAKAH RENCANA IBLIS INI AKAN BERHASIL ???" ANDALAH YANG MENENTUKAN..!!!"

Wassalam ..... .


investment

INVESTASI DUNIA DAN AKHIRAT

Seorang kawan pernah bertanya pada saya, kenapa saya menyekolahkan anak-anak saya di sekolah Islam, yang notabene sangat mahal dan lebih sulit dibandingkan sekolah umum. Saya hanya tersenyum, saat itu yang ada difikiran saya hanya satu, saya hanya ingin anak-anak saya menjadi anak shaleh. Setelah si sulung memasuki dunia sekolah dasar, barulah saya tahu betapa banyak pengalaman dan hasil dari pendidikan yang didapat dari sekolah. Akhirnya saya memperoleh jawaban dari pertanyaan kawan saya berdasarkan pengalaman…
Yang pertama terlihat adalah perilaku si sulung yang membiasakan diri dengan sholat, satu hal mendasar yang mungkin para orang tua sangat sulit untuk menyuruh anak-anaknya melakukan itu. Padahal sholat adalah amalan utama yang kelak akan ditanya Allah SWT pada kita.Jika baik sholatnya maka baik pula amalan lainnya. Begitupun dengan cara berwudhu dan bacaan serta doa-doa yang fasih ia ucapkan. So saya jadi tak perlu repot lagi mengajari anak-anak dalam urusan sholat, saya dan suami hanya menjadi supervisor yang mengawasi mereka di rumah. Tapi yang terpenting dari semua itu, anak-anak tahu tentang kewajiban sholat sebagai tiang agama.
Yang kedua adalah perilaku anak-anak, mereka selalu diajarkan untuk membiasakan diri adab dan aturan Islam. Mereka selalu diajarkan mana perilaku yang baik dan perilaku yang buruk, walaupun dalam kenyataannya kadang-kadang mereka terpengaruh oleh lingkungan yang kurang kondusif. Tapi dasar agama yang mereka miliki akan mampu menepis pengaruh itu sehingga pengaruh negatif akan terkontrol, asas ketauhidan tertanam kuat dalam kalbu mereka sesuai fitrahnya. Saya tidak akan rela anak-anak saya tidak mengenal Khalik-nya, sehingga gerak langkahnya jauh dari nilai-nilai Islam. Saya ingin anak-anak saya tumbuh sebagai generasi Rabbani…
Berbicara masalah pendidikan, tentu tak lepas dari masalah biaya, seperti yang dikeluhkan teman saya. Ia fikir, hanya orang-orang kaya-lah yang akan mengenyam pendidikan berkualitas seperti di sekolah-sekolah Islam. Saya akui dalam keterbatasan finansial yang kami miliki, sangatlah berat mengeluarkan ratusan ribu rupiah untuk biaya sekolah mereka. Tapi suami selalu menghibur, kita sedang berinvestasi…investasi untuk dunia dan akhirat…! Coba bayangkan, jika kita mempunyai anak-anak yang shaleh, kelak mereka akan bisa bertanggungjawab atas dirinya sendiri, mereka tidak akan menyusahkan kita lagi sebagai orang tua, justru mereka akan menjadi penyejuk hati dan mata kita, memberi ketenangan lahir dan bathin untuk orangtuanya.
Bayangkan, jika anak-anak kita dibiarkan tumbuh tanpa aturan agama, jangankan untuk bertanggungjawab pada keluarga, untuk dirinya sendiripun ia menyia-nyiakannya. Narkoba, pergaulan bebas dan lain-lain yang sifatnya duniawi yang bisa membawanya kepada kehancuran, betapa sakitnya hati orang tua menyaksikan jika anak-anak mereka terjerumus pada semua itu. Investasi atau biaya yang kita keluarkan untuk mendidik anak-anak kita adalah rezeki mereka, adalah hak mereka untuk mendapatkan pendidikan yang baik dan tanggung jawab kita untuk memberikan pendidikan terbaik untuk anak-anak kita. Saya menyayangkan para orangtua yang mengumpulkan harta untuk kepentingan dirinya sendiri tanpa peduli pada pendidikan anak, padahal dari rezeki itu ada hak anak-anak kita untuk memperoleh makanan, pakaian dan pendidikan terbaik. Dan sebaik-baiknya pendidikan adalah pendidikan ukhrowi yang akan menuntun kita pada jalan yang lurus.
Investasi yang kita keluarkan, pada hakekatnya akan kembali pada diri kita juga, kita keluarkan biaya untuk pendidikan anak-anak kita, untuk sekolah, mengaji, kursus dan lain-lain. Jika anak-anak kita pandai, siapa yang tak merasa bangga ? Saat anak-anak kita berprestasi, siapa yang akan merasa kagum ? Semua adalah investasi kita, bukan hanya investasi duniawi yang akan kita dapatkan kelak, melainkan investasi untuk akhirat nanti. Kita membimbing mereka untuk menjadi anak yang sukses di dunia, tetapi kita juga akan mendapat pahala yang besar dari Allah Swt atas pahala menunaikan amanah anak dan membimbing mereka menjadi anak-anak yang shaleh. Suatu hari nanti anak sholehlah yang akan menolong kita…jadi jangan merasa pelit untuk berinvestasi buat anak-anak kita. Mari kita jadikan anak-anak sebagai investasi kita, dengan memberi mereka perhatian, pendidikan duniawi dan ukhrowi yang bagus agar kelak investasi yang kita tanam berguna untuk diri mereka sendiri, kita sebagai orang tuanya dan agamanya.

puisi anak

KARENA AKU,MEMANG SEORANG ANAK


Beri tahu aku ketika aku MEMBUATMU BANGGA
Dan Bantu aku merasa bangga dalam prestasiku
Biarkan aku mendapat kepercayaanmu,lalu percayailah aku!
Aku tak akan mengecewakanmu….

Biarkan aku MENCOBA SAYAPKU,jika aku terjatuh,beri tahu aku
Itu tak apa-apa…
Dan dorong aku untuk mencoba lagi

Beri tahu aku,kau menyayangiku.dengan pelukan atau pujian
Atau jika kuperlukan…
Dengan lembut tapi tegas,”TIDAK”

Biarkan aku,biarkan aku berubah,BIARKAN AKU TUMBUH
Kuberi tahu jika aku sedih atau marah,bahkan padamu…
Dan beritahu aku, bahkan dalam hari-hari terburukpun,
Kau TETAP MENYUKAIKU….

Biarkan aku bermimpi.Ikutlah bahagia ketika impianku terwujud
Ikutlah menangis ketika IMPIANKU hancur

Biarkan aku merasa AMAN di rumah,Bantu aku
Menyadari cinta selalu ada disana
Bahwa aku dapat bersandar kepadamu APAPUN YANG TERJADI
Biarkan aku berlari….Biarkan aku tertawa….
Biarkan aku bermain…..
Dan YANG TERPENTING,biarkan aku….
Menjadi seorang anak

memo

MEMO FROM GOD
AKUlah penciptamu. Aku akan turut campur dalam segala permasalahan hidupmu. Ingat, Aku tidak membutuhkan bantuanmu. Jika engkau menghadapi situasi sulit yang tidak bisa engkau pecahkan, masukkan ke kotak SFGTD (something for God to do)-mu
Semua masalah akan terselesaikan, namun bukan menurut ukuran waktumu tapi waktuKU. Sekali engkau masukkan masalah ke dalam kotak SFGTD-mu, engkau tidak perlu lagi melanjutkan kekuatiranmu. Lebih baik engkau terjunkan dirimu melanjutkan peran hidupmu saat ini.
Jika engkau terjebak kemacetan, jangan bringas. Karena ada orang-orang yang memang ditetapkan mendahuluimu untuk kepentingan yang mengungkapkannya saja dia sudah tidak mampu. Saat engkau merasa hari-hari di kantormu tidak begitu baik, pikirkanlah orang-orang lain yang keluar dari kantor beberapa tahun lalu Ketika hubunganmu memburuk, pikirkanlah orang-orang yang sudah lupa rasa mencintai dan dicintai.
Saat engkau masih bisa menggunakan waktu akhir pekan untuk liburanmu; engkau masih lebih beruntung dari wanita penjahit yang bekerja 12 jam sehari, 7 hari seminggu demi anak-anaknya. Saat mobilmu rusak, pikirkanlah orang yang bahkan untuk berjalan saja dia sudah tidak mampu lagi. Ketika engkau berkaca di cermin merapikan rambutmu, pikirkanlah orang yang sedang sakit kanker yang selalu berharap rambutnya segera tumbuh.
Ketika engkau merasa menjadi korban dari kesalahan, kegetiran, pengabaian, ketidak-nyamanan orang lain, ingatlah sesuatu atau seseorang dapat saja salah, dan mungkin engkau salah satunya. Banyak hal yang dapat kita jadikan sebagai bahan renungan agar senantiasa disamping kita selalu berjuang menuju hidup yang lebih baik, kita selalu mensyukuri hidup ini.
Akankah engkau sampaikan pesan ini ke kawan-kawanmu?
Jika ya, paling tidak engkau akan menambah Penghuni Negeri Orang Bahagia.

jilbab

Berjilbab Dengan Ilmu


Melakukan segala sesuatu itu harus dengan ilmu, kalau tidak apa yang kita lakukan tidak akan memberikan hasil yang maksimal. Karena melakukan sesuatu tanpa ilmu yang cukup hanya akan menghasilkan pemahaman yang terkesan ikut - ikutan atau bahkan terlihat seperti asal asalan tanpa aturan.
Saat ini banyak sekali muslimah yang melengkapi pakaiannya dengan kerudung. Sebenarnya kalau bicara soal kerudung, Jilbab adalah pakaian wajib bagi para muslimah. Mungkin selama ini ada pemahaman yang salah antara jilbab dan kerudung yang perlu sedikit di luruskan. Kalau bicara tentang jilbab, sebenarnya kita sedang bicara tentang pakaian yang longgar yang menutup aurat dari kepala sampai kaki, termasuk didalamnya adalah kerudung yang menutupi kepala. Kerudung yang digunakan juga kerudung yang sesuai dengan apa yang sudah di gambarkan dalam Al Qur’an, yang panjang sampai menutupi dada. An-Nuur 31 : ” Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakannya kecuali yang biasa terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya … “
Berjilbab yang ada saat ini lebih tepat kalau di kategorikan sekedar menutup kepala, tidak ada bedanya dengan memakai topi atau penutup kepala lainnya karena syarat berjilbab tidak terpenuhi. Model pakaian, jenis bahan, dan kerudung yang dipakai tidak mencerminkan berjilbab yang di tuntun oleh Allah dan RasulNya. Sehingga tidak bisa dikatakan berjilbab.Pakaiannya harus longgar tidak membentuk tubuh, kainnya cukup tebal dan tidak menampakan kulit, dan model yang tidak menyerupai pakaian pria.

Sayangnya para publik figur ikut mengacaukan ketentuan ini. Kondisi yang sudah salah kaprah menjadi semakin kacau dengan design yang di buat mengikuti trend yang ada. Banyaknya Muslimah yang mulai memakai kerudung mendorong para designer pakaian untuk ramai - ramai merancang pakaian Muslimah. Namun hanya sedikit yang masih memperhatikan syarat syar’i nya pakaian Muslimah. Selebihnya lebih memikirkan bagaimana produknya laku di pasaran. Kerudungpun di buat berbagai model dengan ukuran panjang yang berbeda-beda, mulai s,m,l sampai xl. Lagi-lagi sayangnya ukuran yang sesuai syar’i justru yang paling sedikit di produksi karena alasan pasar. Kerudung pendek dan sedang lebih di minati ketimbang kerudung dengan ukuran yang ketentuannya langsung di sebutkan olehNya dalam sebuah surat.
Kembali lagi kealasan model dan penampilan. Banyak Muslimah yang tidak lagi memperhatikan ketentuan syariah dalam menggunakan pakaiannya. Kebanyakan hanya melihat model dan corak. Tak perduli apakah pakaian yang dikenakannya sesuai dengan ketentuan syariah yang penting berkerudung bagi mereka sudah bisa di katakan berjilbab. Saat ini kita lihat para Muslimah menggunakan jilbab dengan pakaian yang biasa di pakainya sehari - hari hanya saja di lengkapi dengan kerudung. Sehari - hari pakaian yang di pakainya ketat dimana - mana, baik atasan maupun bawahannya. Tidak menutupi keindahan lekuk tubuhnya. Entah apa alasannya pakaian sehari - hari itu kemudian di lengkapi dengan kerudung.

Melihat idolanya menggunakan kerudung, banyak yang lalu ikut - ikutan berkerudung. Padahal jilbab yang digunakan kadang tidak sesuai dengan syariah. Publik figur sebenarnya bisa menjadi contoh yang baik, namun sayangnya mereka justru membuat semuanya menjadi sangat rancu. Bisa jadi karena mereka menggunakannya tanpa ilmu yang cukup tentang jilbab. Kenapa harus berjilbab, apa yang dimaksud dengan jilbab, dan syarat apa yang menyertainya. Sehingga banyak yang beranggapan bahwa apa yang mereka pakai adalah yang benar. Karena modis, dan trendy akhirnya banyak yang tergiur untuk mengikuti jejak yang salah itu.
Mereka lupa melengkapi diri dengan ilmu yang cukup mengenai jilbab. Bahwa jilbab adalah satu set pakaian yang menutupi aurat dari ujung kepala sampai ujung kaki kecuali wajah dan telapak tangan. Tidak hanya sekedar pakaian tapi ada syarat yang menyertainya, bahwa model pakaian harus longgar dan tidak menunjukan lekuk tubuh, bahanpun tidak tipis sehingga menampakan kulit, tidak boleh menyerupai pakaian laki – laki dan kerudung yang panjang menutupi bagian dada. Semua itu ada maksudnya, karena ALLAH tidak pernah memberikan sebuah peraturan tanpa maksud yang jelas.
Jilbab adalah identitas bagi para muslimah. Tidak karena sedang tren atau karena banyaknya model jilbab yang ada sekarang, tapi jilbab adalah perintah Allah dan RasulNya. Sarana ALLAH melindungi para muslimah dari segala fitnah yang berasal dari syahwat yang tak terjaga. Membuat para muslimah menjadi lebih mulia.
Di majalah - majalah Islam yang ada saat ini justru banyak di tampilkan model-model pakaian Muslimah. Menggembirakan sekaligus membuat hati sedih. Gembira karena akan banyak yang tertarik untuk berbusana muslimah, sedih karena banyak yang justru menawarkan model yang sama sekali tidak bisa di kategorikan sebagai busana muslimah yang sesuai syariah. Modelnya masih saja menonjolkan lekuk tubuh, kerudung yang di gunakan juga hanya sekedar penutup kepala, bukan sebuah rangkaian jilbab. Jilbab mulai di produksi besar - besaran. Berbagai merk, model, warna dan ukuran di tawarkan di media cetak. Menggunakan icon para artis terkenal. Namun sesuaikah dengan tuntunannya ? Jawabannya … Masih belum.

Jadi gunakanlah jilbab, bukan karena sedang trend, gunakanlah karena itu perintah ALLAH dan RASUL nya. Lengkapi dengan Ilmu yang cukup mengenainya. Bagaimana dan seperti apa seharusnya jilbab itu.
Ketika An Nur ayat 31 tentang kewajiban menggunakan jilbab itu di turunkan, para muslimah saat itu menyambutnya dengan bergegasmerobek kain yang ada di rumah rumah mereka dan menyarungkannya ke tubuh mereka sebagai jilbab. Mereka tak bertanya : mengapa ? Mereka juga tak pernah menggugat apa gunanya jilbab tersebut bagi saya ? Mereka juga tak perduli dan khawatir jilbab sederhana yang mereka kenakan saat itu hanya dari sobekan kain tak mengikuti tren busana. Semua karena keyakinan yang ada pada diri mereka, bahwa apa yang disampaikan Nabi berupa firmanNya pastilah benar juga bermanfaat dunia dan akhirat bagi mereka.

Kondisi seperti ini sudah sangat sulit di temukan. Sekalipun kewajiban berhijab tersebut telah sangat jelas tertulis dalam al Qur’an dan di terangkan melalui sunnah Rasul, tetap saja mereka yang tidak berjilbab jumlahnya jauh lebih banyak dari yang berjilbab. Berjilbab disini adalah mereka yang menggunakan jilbab sesuai dengan ketentuan syariah. Bukan mereka yang menggunakannya secara asal – asalan.
Sebagian besar dari mereka yang belum berhijab, masih menyangsikan kebenaran ayat tersebut dengan berbagai dalih. Astaghfirullah, bagaimana mungkin kita menyangsikan firmanNya yang sudah pasti benar ? Ada yang berpendapat bahwa jilbab itu adalah sekedar budaya bangsa Arab. Para Feminis mengklaim jilbab sebagai belenggu kebebasan wanita, padahal jilbab justru menjadi sebuah pakaian takwa yang melindungi pemakainya dari fitnah. Bahkan pembenaran lain yang dilakukan oleh mereka yang belum berjilbab dengan mengatakan bahwa menjilbabi hati jauh lebih penting dari sekedar jilbab fisik. Yang penting itu hatinya dulu baru kepalanya. Jelas ini adalah ucapan dari mereka yang tidak faham sepenuhnya tentang arti jilbab. Karena mengelola hati dan terus menerus melakukan perbaikan dalam sikap juga cara berfikir harus dilakukan terus menerus sepanjang hidup kita. Dan jilbab membantu kita melakukan itu semua.
Islam adalah agama fitrah. Semua isi ajarannya tidak ada yang bertentangan dengan fitrah, bahkan melindungi fitrah manusia. Memberi ruang yang cukup bagi fitrah manusia sebagai makhluk sosial untuk berinteraksi dengan sesama. Islam justru memberikan panduan agar interaksi tersebut dapat berjalan dengan baik, bermartabat, juga menjunjung tinggi nilai kemuliaan yang ada pada manusia sehingga kita tidak terperosok ke dalam kebebasan semu yang justru sangat merugikan.
Jilbab sama sekali bukan belenggu, yang membatasi gerak dan langkah muslimah untuk bermuamalah. Justru sebaliknya sebagai landasan bermuamalah agar dapat berjalan dengan lebih baik, terhindar dari fitnah dan lebih memuliakan pemakainya, yang dalam ajaran Islam disebut saddudz dzara’i atau tindakan preventif. Menjaga kesucian, menutup pintu – pintu maksiat dan kemudharatan, dan mencegah berhembusnya fitnah.
Bagi laki – laki aturan menutup aurat sangat sederhana, hanya perlu menutupi bagian tubuh antara pusar hingga lutut. Namun tidak begitu halnya bagi perempuan yang seluruh tubuhnya adalah aurat, kecuali wajah dan telapak tangan.
Hai Nabi, katakanlah kepada istri – istrimu, anak – anak perempuanmu dan istri – istri orang Mukmin : ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka tidak di ganggu. ALLAH maha Pengampun dan lagi Maha Penyayang.” (QS Al- Ahzab : 59.). Ayat tersebut masih di lengkapi dengan ketentuan lain sehubungan dengan menutup aurat :
1.Pakaian yang di kenakan tidak boleh ketat sehingga memperlihatkan bentuk tubuh.
2.Tidak terlalu tipis atau transparan, sehingga memperlihatkan lekuk – lekuknya
3.Tidak menyerupai pakaian laki – laki
4.Tidak meniru pakaian wanita kafir
5.Tidak menggunakan wewangian yang mencolok dan menimbulkan syahwat.
6.Tidak berlebihan dan menimbulkan kesombongan juga bukan untuk menarik perhatian orang lain.

Dalam perkembangannya beberapa golongan mulai melakukan pendangkalan jilbab sebagai sebuah formalitas kosong belaka. Padahal di dalam ketentuan itu terdapat semangat dan ruh untuk menjaga kesucian kaum wanita. Sebagian golongan mengatakan bahwa esensi berjilbab adalah sekedar kesopanan dalam berpakaian, yang paling penting adalah kefahaman terhadap standar kepantasan umum dan pembentukan akal budi. Sama dengan mereka yang beranggapan bahwa menjilbabi hati lebih penting daripada menjilbabi lahir. Sebenarnya Islam justru mengajarkan keseimbangan dalam berbagai hal, dalam hal inipun Islam memberi perhatian yang seimbang antara kepentingan memperbaiki diri dan menutup aurat. Keduanya saling mempengaruhi dan sama pentingnya dalam kehidupan manusia.
Kita lihat saat ini wanita berjilbab telah menjadi pemandangan sehari – hari. Lagi – lagi, sayangnya, kebanyakan dari mereka menggunkannya tanpa ilmu yang cukup. Filosofi jilbab belum di pahami secara utuh oleh pemakainya. Jilbab hanya sekedar trend pakaian dan mode belaka. Padahal di dalam jilbab terselip fungsi ta’lim (pengajaran), tazkiyah (penyucian), tarbiyah (pembinaan), tashfiyah (pemurnian cara pandang) juga tarqiyah (peningkatan kualitas kepribadian). Dari kurangnya ilmu tentang jilbab, kita lihat begitu banyak Muslimah berjilbab yang masih bebas bergaul dengan laki – laki yang bukan mahramnya, bergandengan tangan, berboncengan, berdua – duaan juga mereka yang menggunakan pakaian sexy namun berkerudung. Jangan sampai kita tergolong orang – orang yang masuk dalam indikator sebuah kemunafikan. Nau’dzubillahi min dzalik !

Dengan bekal pengetahuan yang cukup tentang syariat jilbab, tak ada lagi alasana bagi para orang tua Muslim untuk tidak memberi perhatian dan pengajaran yang cukup kepada putrinya untuk menyempurnakan pakaian takwanya sejak dini. Para orang tua tidak perlu mengekang putrinya namun mereka perlu mengendalikan hati dan pikirannya agar mengenal agama beserta segala aturannya dengan benar. Menanamkan kecintaan kepada ALLAH dan RASULNYA sejak dini, sama dengan memperkuat akar putra – putri mereka. Bila akarnya kuat, insya ALLAH akan kokoh dan tak mudah di ombang ambingkan angin. Jadi, sebaiknya mulailah memperkenalkan jilbab di rumah kita, selagi mereka masih kecil dan ajarkan mereka mencintai pakaiannya. Tidak perlu memaksa, namun membiasakannya serta memberi contoh akan lebih efektif.
Bagaimana mungkin seseorang bisa menjadi orang yang beriman kalau ia enggan mengikuti perintah Allah swt